Minggu, 25 Desember 2011

Manfaat Menangis Bagi Kesehatan

Kenapa sering menangis? Mungkin Anda tidak ingin dibilang sebagai orang yang cengeng atau orang yang mudah menangis, terlebih bagi seorang pria. Ada banyak faktor yang membuat seseorang menjadi nangis/menangis, misalnya menangis karena sedih berpisah dengan orang yang dikasihi, menangis karena sakit, menangis karena mendengar cerita sedih mengharukan dan atau menangis karena pasangan selingkuh, dan banyak lagi.
Biasanya, menangis kerap menjadi salah satu cara untuk melampiaskan emosi terpendam. Karna banyak orang yang merasa lega setelah menumpahkan air matanya, namun tak jarang justru merasa memburuk. Dari hasil penelitian diketahui bahwa menangis ternyata mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.
Apa sajakah manfaat menangis bagi kesehatan? Silakan simak saja ulasannya dibawah ini.
1. Mengeluarkan Racun
Seorang ahli biokimia, William Frey telah melakukan beberapa studi dengan air mata dan menemukan bahwa air mata yang keluar dari hasil menangis karena emosional ternyata mengandung racun. Tapi jangan salah, keluarnya air mata yang beracun itu menandakan bahwa ia membawa racun dari dalam tubuh dan mengeluarkannya lewat mata.
2. Membunuh Bakteri
Tak perlu tetes air mata, cukup air mata yang berfungsi sebagai antibakteri alami. Di dalam air mata terkandung cairan yang disebut dengan “lisozom” yang dapat membunuh sekitar 90-95% bakteri yang tertiggal dari keyboard, pegangan tangga, bersin dan dari tempat-tempat yang mengandung bakteri, hanya dalam waktu 5 menit.
3. Mengurangi Stress
Bagaimana menangis bisa mengurangi stress? Air mata ternyata mengeluarkan hormon stress yang terdapat dalam tubuh, yaitu “endorphin leucine enkaphalin” dan “prolactin”.
4. Meningkatkan Mood
Seseorang yang menangis bisa menurunkan level depresi karena dengan menangis, mood seseorang akan terangkat kembali. Air mata yang dihasilkan dari tipe menangis karena emosi mengandung 24% protein albumin yang berguna dalam meregulasi sistem metabolisme tubuh dibanding air mata yang dihasilkan dari iritasi mata.
5. Melegakan Perasaan
Setelah menangis biasanya akan muncul perasaan lega. Karena setelah menangis sistem limbik, otak dan jantung akan lancar, dan hal itu akan membuat perasaan menjadi lebih baik dan lega.
6. Mencegah Pilek dan Flu
Air mata yang kita keluarkan ketika menangis mengandung zat Lisozim fluida yang mampu membunuh 95% bakteri hanya dalam hitungan menit. Sama seperti hidung yang memiliki rambut dan terowongan hidung untuk mencegah kuman dan bakteri masuk, mata kita memiliki air mata untuk membantu mencegah kita sakit.
7. Membangun Komunitas
Selain baik untuk kesehatan fisik, menangis juga bisa membantu seseorang untuk membangun sebuah komunitas. Biasanya seseorang yang menangis setelah menceritakan masalahnya didepan teman-temannya atau seseorang yang bisa memberikan dukungan, dan hal ini meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan bersosialisasi.
8. Membantu Penglihatan/Pelumasan Mata
Fungsi utama dari airmata adalah melumasi bola mata sehingga kita dapat melihat. Air mata melembabkan dan mencegah dehidrasi pada selaput mata. Tanpa air mata, kita tidak akan dapat melihat.
Jadi, menangislah jika memang harus menangis. Karena begitu banyak manfaat menangis bagi kesehatan emosional sebagaimana yang dijelaskan di atas. Namun janganlah Anda menangis dibuat-dibuat (pura-pura) hanya untuk meraih beberapa kesehatan emosional, karna hal ini justru akan membuat Anda menjadi stresz.
Mudah-mudahan sedikit artikel Manfaat Menangis Untuk Kesehatan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Kamis, 22 Desember 2011

6 Manfaat Mendengar Musik bagi Kesehatan

6 Manfaat Mendengar Lagu untuk Kesehatan

6 Manfaat Mendengar Musik  bagi Kesehatan Musik sebenarnya sudah memberikan perubahan suasana hati dan bahkan membantu untuk berkonsentrasi. Sebuah studi menunjukkan, mendengarkan lagu dapat memberikan efek pada beberapa bagian otak, yang bertanggung jawab terkait memori dan pengelihatan.
Berikut manfaat kesehatan yang bisa didapat dengan mendengarkan musik
1. Redakan stres. Riset tahun 2011 dari lembaga sosial kesehatan mental menunjukkan, hampir sepertiga orang mendengarkan musik untuk memberikan semangat ketika sedang bekerja. Dan satu dari empat orang mengaku bahwa mereka mendengarkan musik saat perjalanan ke tempat kerja untuk membantu mengatasi stres.
2. Tingkatkan daya tahan tubuh. Mendengarkan musik tertentu sebenarnya bisa membantu Anda berlari lebih cepat. Sebuah studi di Brunel University, London Barat telah menunjukkan bahwa musik dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh sebesar 15 persen, meningkatkan semangat dan efisiensi energi 1-2 persen.
3. Meningkatkan suasana hati. Reaksi orang ketika mendengarkan musik umumnya berbeda-beda. Tetapi, apapun pilihan musiknya, sebuah penelitian 2011 di Kanada, yang diterbitkan jurnal Nature Neuroscience menunjukkan bahwa mendengar musik favorit Anda dapat membantu mencairkan suasana hati yang buruk.
4. Perawatan pasien. Musik benar-benar dapat memiliki dampak positif yang signifikan pada pasien dengan penyakit jangka panjang, seperti penyakit jantung, kanker dan kondisi pernapasan. Banyak percobaan telah menunjukkan bahwa musik dapat membantu menurunkan detak jantung, tekanan darah dan membantu meredakan rasa sakit, kecemasan dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
5. Fokus. Bukti menunjukkan bahwa mendenggarkan musik dapat membantu Anda untuk berkonsentrasi. Sebuah alat ‘digital tonic’ yang biasa disebut Ubrain, mengklaim dapat membantu pikiran fokus serta rileks. Aplikasi ini didasarkan pada binaural beats (yang dapat merangsang aktivitas tertentu di otak) sehingga membantu Anda untuk meningkatkan energi, pikiran dan meningkatkan mood saat mendengarkan musik favorit.
6. Kesehatan mental lebih baik. Musik dapat menjadi pengobatan yang efektif dan positif bagi orang-orang berurusan dengan kondisi kesehatan mental.

Kamis, 08 Desember 2011

Manfaat Tertawa Bagi Kesehatan

Tahuka andah,
Kegiatan Tertawa ternyat obat yang paling mujarab untuk perawatan jantung. Ungkapan bahwa tertawa itu obat yang mujarab untuk penyakit, ternyata memang benar. Bahkan seorang dokter dari Universitas Maryland di Baltimore, Michael Miller, melakukan penelitian khusus terhadap hubungan ini. Di hadapan pertemuan Asosiasi Jantung Amerika Serikat, Miller mengungkapkan bahwa tertawa bisa menghasilkan suatu zat kimia yang dapat melancarkan peredaran pembuluh darah.
Suatu penelitian yang menjelaskan hubungan antara tertawa dan penyakit jantung. Bukan hanya wkwkwkwkwkw nya saja, tetapi juga pengaruhnya yang bisa membuat jantung ‘tertawa’ juga”. Penelitian itu dilakukan dengan mewawancarai 150 orang yang menderita serangan jantung di masa lalunya dan juga pasien yang sedang menjalani perawatan jantung. Ke 150 pasien itu dibandingkan dengan 150 orang lainnya yang memiliki usia yang sama tetapi tidak menderita penyakit jantung. Pertanyaan yang diajukan kepada mereka merupakan tes standard saja, yang digunakan untuk mengukur humor mereka sehari-hari. Misalnya saja, bagaimana perasaan mereka ketika datang ke sebuah pesta dan ternyata ada orang yang pakaiannya sama.
Pertanyaan lainnya, jika Anda dibangunkan pada malam hari oleh rekan Anda dari luar kota yang sudah lama tidak pernah Anda jumpai, bagaimana respon Anda”, tanya Miller. Dari pertanyaan-pertanyaan seperti itu, menurut Miller, diketahui bahwa para penderita jantung kekurangan sekitar 40% sampai 45% keinginan mereka untuk tertawa menanggapi situasi seperti itu. Itulah sebabnya Miller berharap, suatu hari kelak tertawa bisa dijadikan salah satu terapi pengobatan dan perawatan jantung.
Walau demikian, sejauh ini masih belum diketahui apakah ada keuntungannya jika dalam keadaan marah tetapi memaksakan diri tertawa, walau mungkin ini merupakan cara efektif dan cara yang praktis bagi orang untuk mengurangi perasaan ketidaknyamanan atau kesal untuk meningkatkan respon humor mereka dan meningkatkan tertawa mereka dalam kehidupan ini”, kata Miller. Ia menambahkan, “Sebagaimana latihan tubuh lainnya, latihan tertawa agar otot-otot tertawa bisa lemas, bisa juga dilakukan dengan teratur. Selain itu, cobalah untuk sedikit mengendorkan urat syaraf dan sedikit rileks”. Miller dan timnya saat ini sedang meneliti peran zat kimia hasil dari tertawa tersebut, yang kemungkinan adalah nitri oksida, yang berfungsi untuk melancarakan peredaran darah. Zat nitri oksida biasanya digunakan untuk menenangkan pasien penyakit gigi. Tetapi sekarang sudah mulai dipakai untuk obat jantung. Jika tertawa bisa memperlancar peredaran pembuluh darah, lalu mengapa terjadi penyumbatan?.
Menurut Miller, perasaan marah dan kesal merupakan salah satu penyebab yang menghambat zat kimia itu tidak bisa keluar, sehingga terjadilah penyumbatan. Itulah sebabnya, para lelaki sebaiknya jangan suka marah-marah. Lindungilah jantung Anda.

5 Fakta "Manfaat Tertawa bagi Kesehatan"

Tertawa bebas dilakukan oleh siapa saja, tua, muda, kaya, miskin, laki-laki, maupun perempuan. “Hati yang puas ialah obat yang sangat ampuh”, demikian sebuah tulisan yang pernah ditulis oleh seorang raja yang hidup sekitar 2.000 tahun yang lalu. Apa manfaat di balik tertawa ??? Berikut manfaat tertawa bagi kesehatan berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh para pakar anti penuaan :


1.Rasa nyeri atau sakit akan berkurang setelah tertawa. Tertawa tidak saja bisa mengurangi rasa sakit tapi juga meningkatkan kekebalan tubuh. (Rosemary Cogan dari Texas Tech University).

2.Tertawa terbahak-bahak sangat bermanfaat bagi orang sehat. Tertawa bisa menggoyang-goyangkan otot perut, dada, bahu, serta pernapasan, sehingga membuat tubuh seakan-akan sedang joging di tempat. Sesudah tertawa tubuh terasa rileks dan tenang, sama seperti kalau habis berolahraga. Tertawa melatih diafragma torak, jantung, paru-paru, perut, juga membantu mengusir zat-zat asing dari saluran pernapasan. Tertawa juga sangat ampuh untuk meringankan sakit kepala, sakit pinggang, dan depresi. (Dr. William Foy dari Stanford University).

3.Tertawa bisa mengurangi peredaran dua hormon dalam tubuh, yaitu epinefrin dan kortisol yang mengalangi proses penyembuhan penyakit. (Dr. Lee Berk, imunolog dari Loma Linda University di California, Amerika Serikat).

4.Tertawa akan menggerakkan bagian dalam tubuh, mengaktifkan sistem endokrin sehingga mendorong penyembuhan suatu penyakit. Tertawa akan menstilumasi otak untuk memproduksi hormon tertentu yang pada akhirnya akan memicu pelepasan endorfin (zat pembunuh rasa sakit) yang diproduksi oleh tubuh. (Dr. William Frey, pakar biokimia dan direktur Dry Eye and Tears Research Center di Mineapolis, Amerika Serikat).

5.Tertawa bisa membantu para lanjut usia untuk tetap awet muda dan yang muda tetap awet muda, serta mempererat hubungan antara anggota keluarga. (Prof. Dr. Lucille Namehow, pakar yang menangani masalah penuaan dari Connecticut, Amerika Serikat).

Kamis, 01 Desember 2011

Cuci Tangan Pakai Sabun Dapat Mencegah Berbagai Penyakit

Cuci tangan pakai sabun memang cara sehat paling sederhana. Tetapi sayang belum membudaya. Padahal bila dilakukan dengan baik dapat mencegah berbagai penyakit menular seperti diare, tipus, bahkan flu burung dan flu baru H1N1. Penyakit diare misalnya dapat diturunkan kasusnya sampai 40 persen hanya dengan cuci tangan pakai sabun (CTPS). Kalau digabung dengan kegiatan lain misalnya tidak buang air sembarangan, buang sampah pada tempatnya, pengelolaan air minum yang benar maka CTPS dapat mencegah diare sampai 80-90%. Berkaitan dengan peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia, Depkes menyelenggarakan Seminar “Cuci Tangan Pakai Sabun dari Sudut Pandang Islam”.
Seminar dibuka Dirjen P2PL Depkes, Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama dan diikuti 150 peserta dari Pimpinan Pusat Muhamadiyah, PP Pemuda Muhamadiyah, PP Nasyiatul Aisyiyah, Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhamadiyah, Majelis KKM PP Muhamadiyah, Pengurus Besar Nahdatul Ulama, Pengurus Besar Pusat Mahasiswa Islam Indonesia, LSM Air, Aman Tirta, Tim Teknis Pembangunan Sanitasi (TTPS), Sebagian Pejabat di lingkungan Dinas Kesehatan Jakarta, Bappenas, Departemen Agama, Departemen Pendidikan Nasional, Dekan FK UI, Dekan FKM UI, Dekan FK Universitas Muhamadiyah, dan Tim CTPS Direktorat Penyehatan Lingkungan Depkes.

Tujuan seminar untuk menggali dasar-dasar pemikiran dan ajaran Islam terkait perilaku CTPS serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. 

Dalam sambutannya Prof. Tjandra Yoga mengatakan, para alim ulama, penceramah, ustadz/ustadzah, cendekiawan dan pemimpin agama Islam mempunyai peran yang sangat besar dalam menyampaikan pesan-pesan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) karena sebagian besar masyarakat Indonesia beragama Islam. Selain itu CTPS juga sejalan dengan ajaran Islam yaitu kebersihan sebagian dari iman. 

Dirjen P2PL mengharapkan seminar ini sebagai forum bagi para alim ulama dan ustadz/ustadzah, cendikiawan dan pimpinan agama Islam untuk membicarakan pentingnya CTPS sebagai upaya kesehatan preventif, sebagai pendorong dalam menciptakan advokasi di kalangan pemangku kepentingan dan masyarakat luas, serta penggalang komitmen para ulama dan pemimpin agama dalam berbagai kegiatan keagamaan. 

Dalam seminar dibahas topik “Syiar Islam dalam Meningkatkan Perilaku Higiene Masyarakat“ oleh Dr. Masyhuri Amin, Dewan Pakar MUI, dan “Implementasi Perilaku Higiene di Lingkungan Masyarakat Islam dan Tantangannya” oleh Dr. Isnawati Rais, MA, Dosen Paska Sarjana UIN Syarif Hidayatullah. 

Pelaksanaan puncak acara HCTPS tahun 2009 dipusatkan di halaman kantor DPP Muhammadiyah Jakarta tanggal 15 Oktober 2009 dan serentak dilaksanakan juga oleh berbagai lembaga/instansi pemerintah, organisasi non pemerintah, organisasi/ lembaga internasional, perusahaan produsen sabun di berbagai daerah di Indonesia sebagai bentuk komitmen bangsa Indonesia untuk meningkatkan kesehatan diri dan keluarga untuk mencapai derajat kesehatan yang lebih baik. 

Pelaksanaan Peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (HCTPS) tahun 2009 mengusung tema global ”Cuci Tangan Pakai Sabun di Sekolah”, Indonesia memilih sub tema: CTPS kebiasaan yang Menyenangkan dan Menyelamatkan dan CTPS cegah pandemi influenza.